Postingan

(belum berjudul, mungkin:) Titik Pautan Nusantara

BAB I Hari ini “Tidak usah bertele-tele, cepat katakan saja..” “Sabar , vriend. Semua pasti akan aku ceritakan, tapi biarlah aku menghela napas sebentar… di sini, hawa sepertinya mulai panas… sepertinya kota ini memang sudah berubah… tidak sedingin jaman kita masih sekolah dulu…” “Brengsek kau! Kau sudah membuat kami lelah menunggumu, sobat! Sejak kemarin sore, kau menjanjikan cerita itu kepada kami… kami ini sudah keburu hilang kesabaran, sobat!” “ Oke, oke, niet overhaast, vriend … sepertinya aku tidak bisa berbicara banyak dengan kalian… cerita itu pun belum pernah aku dengar,” “Apa?! Lalu buat apa kau mengajak kami kemari?” “Aku akan memperkenalkan kalian dengan orang yang lebih tahu… sisa kejujuran masa lalu yang terpendam dalam kemunafikan kolonialisme… jejak fakta bahwa Belanda menjajah untuk berlindung pada bangsa ini…” “…” Keempat anak itu kebingungan mendengarkan apa yang baru sajapemuda itu lontarkan. Belanda menjajah untuk belindung pada Indonesia?!? Ini adalah ce...

Pembukaan...

Sebuah kantor perdangangan yang terletak jauh di benua peradaban kuno, memiliki arsitektur yang megah dan mewah, terdiri dari kolom-kolom tinggi dan berukir indah. Setiap lengkungan pada geometri baloknya menjadi karya seni. Mendefinisikan keagungan penghuninya. Di dalamnya terdapat sebuah ruangan dengan cat putih, dengan jam dentang besar yang menunjukkan pukul sebelas malam dan perabotan kayu berukir. Di dekat jendela besar terdapat sebuah meja antik dengan beberapa tumpukan kertas di atasnya, lengkap dengan pena dan tinta, juga kalender kecil yang menunjukkan tahun 1510. Dalam sebuah ruangan di sana, dua orang sahabat bercengkrama dengan penuh gairah akan rasa penasaran. Maklum, salah satu di antaranya telah berpetualang jauh untuk menelusuri kabar burung para pedagang timur. “Apa yang kau dapat?" “Kemenangan! Mereka tidak akan lebih tertarik daripada ini…” “Jangan asal! Aku tidak mau menemukan tanah emas yang salah!!!” “Hm, kalau begitu periksalah ini sendiri…” Dia melemparkan...

10 October 2010

saya memulai blog saya,